Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Sepenggal surat cinta

Tulisan ini ditulis persis ditangga tempat biasa ia terduduk selesai dari tugasnya. Iya. Seorang perempuan dengan perawakan gemuk dan berkacamata itu kini usianya menginjak 25 tahun, hampir seperempat abad ia menghabiskan umurnya didunia ini. Kegagalan? Ah sepertinya itu makanan sehari-hari, bukankah jika hari ini gagal esok dan seterusnya juga akan merasakan gagal lagi? Jawabannya adalah iya. Disetiap gagalnya ia selalu menangis, kecewa bahkan kadang merasa dirinya tidak mampu melakukan apa-apa tapi setelahnya ia ternyata bisa bangkit dan melanjutkan hidupnya. Sepertinya sepi, sedih, sendiri, kacau dan gagal adalah teman baiknya sampai saat ini. Jangan ditanya berapa kali dalam seminggu ia menangis dikamarnya waktu malam atau jangan ditanya seberapa level kesepiannya waktu melewati banyak hal yang berat dihidupnya. Karena jawabannya adalah tak terhingga. Ia masih bergelut dengan banyak hal yang mungkin akan menjadi gagal yang berikutnya, tapi ia makin yakin bahwa jika gagal yang ini b...

terbentur lalu terbentuk

sepenggal cerita dari banyak benturan yang datang adalah hikmahnya berdamai. bagaimana tidak, setelah terbentur-jatuh-terseok-menyerah-bangkit-terbentur kemudian terulang sakit atau tidaknya ya dihadapi lalu berdamai. Jangankanuntuk meyakini hati agar berdamai dengan semua yang telah terjadi , mengucap "aku telah berdamai" pun susahnya setengah mati.  yaaa memang semuanya hanya butuh waktu, sekerasnya hati berkata sulit tapi ketika waktunya datang "aku telah berdamai" adalah ucapan yang paling lega keluar dari mulut dan hati.  berperang dengan diri sendiri, melawan isi hati, menangisi kesepian, meratapi kekosongan adalah teman sehari-hari. kata tanya mengapa selalu tumbuh didalam kepala, berandai-andai akan semua yang telah terjadi.  sampai pada saat ini, semua kata tanya itu hilang tanpa ada rasa bersalah, riuh dikepala hilang bahkan seperti tak pernah ada.  ternyata berdamai dengan banyaknya kepahitan itu adalah kebahagiaan. seperti sepenggal potongan sebuah kalim...

Sejauh manapun jalannya yang kamu temui adalah dirimu sendiri

 Lagi ngerasa tiba-tiba pengen coba banyak hal baru. Pengen coba sesuatu yang dari dulu selalu ngerasa "gak mungkin" untuk dilakuin sendiri.  Hari berganti, waktu berjalan, keadaan berubah ternyata semakin ngedorong untuk terus belajar how to treat my self better. Ngerasa belum ngasih yang terbaik untuk diri sendiri, ngerasa selalu ngasih beban dan mindset "gak mungkin" yang banyak, selalu ngerasa kalo diri sendiri tuh kayanya masih jauh dari berdiri di kaki sendiri yang terus ngebuat gak percaya dan meremehkan diri sendiri untuk ngelakuin sesuatu.   Makin kesini ngerasa hidup di quarter life crisis bukan tentang materi sih, cuma ngerasa udah waktunya hidup untuk diri sendiri not selfish tapi kaya apapun yang dilakuin harus berdampak baik untuk diri sendiri dulu, kalo mau bahagiain orang lain harus bahagiain diri sendiri dulu, kalo mau nolongin dan ngertiin orang lain gak harus ngerepotin diri sendiri, jadi baik untuk orang lain tanpa ngorbanin diri sendiri. Gak tau...