Sepenggal surat cinta
Tulisan ini ditulis persis ditangga tempat biasa ia terduduk selesai dari tugasnya. Iya. Seorang perempuan dengan perawakan gemuk dan berkacamata itu kini usianya menginjak 25 tahun, hampir seperempat abad ia menghabiskan umurnya didunia ini. Kegagalan? Ah sepertinya itu makanan sehari-hari, bukankah jika hari ini gagal esok dan seterusnya juga akan merasakan gagal lagi? Jawabannya adalah iya. Disetiap gagalnya ia selalu menangis, kecewa bahkan kadang merasa dirinya tidak mampu melakukan apa-apa tapi setelahnya ia ternyata bisa bangkit dan melanjutkan hidupnya. Sepertinya sepi, sedih, sendiri, kacau dan gagal adalah teman baiknya sampai saat ini. Jangan ditanya berapa kali dalam seminggu ia menangis dikamarnya waktu malam atau jangan ditanya seberapa level kesepiannya waktu melewati banyak hal yang berat dihidupnya. Karena jawabannya adalah tak terhingga. Ia masih bergelut dengan banyak hal yang mungkin akan menjadi gagal yang berikutnya, tapi ia makin yakin bahwa jika gagal yang ini b...