Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

Aku selalu dirayakan

Desember, 11  Seperti sepenggal lirik lagu Nadin Amizah "terimakasih katanya semua aku dirayakan"  Iya. Akan selalu aku ingat dan aku rayakan bagaimana aku bisa melewati 12 bulan dengan banyak tangis dan tawanya. Bagaimana aku bisa berubah menjadi orang yang terlihat baik-baik saja padahal nyatanya bantal dan kamar adalah saksi yang selalu mendengar tangisan itu setiap malam.  Menjadi lebih baik, menjadi manusia yang ikhlas, menjadi seseorang yang bijaksana adalah doa yang selalu aku ulang setiap perayaan ini. "Tiada yang bilang badainya kan reda." Betapa kuatnya badai-badai itu datang, suara tangis dan kata menyerah adalah teman yang paling setia tapi ternyata aku mampu melewatinya. Mungkin doaku belum lengkap untuk selalu ditenangkan dan diyakinkan oleh seseorang, tapi akan selalu ku yakinkan dan kutenangkan diri ku sendiri.  Selamat mengulang banyak doa, selamat meminta banyak harap, selamat bertambah bahagia, semoga aku akan selalu menjadi obat untuk diriku send...

untuk yang berusaha dirawat; hati dan jiwa

rasanya hari-hari begitu sesak, suara dikepala berebut ingin menjadi yang paling dominan. bayangan - bayangan atas pengandaian selalu ingin terealisasikan tanpa celah dan sempurna.  semakin hari banyak yang menghantui, mulai dari tidak percaya diri sampai ingin menyerah karena merasa dunia begitu curang untuk dijalani. kabar - kabar dan harapan yang ingin didengar selalu penuh dengan kebaikan tanpa sadar bahwa sedih dan kekecewaan adalah runtutan jalan menuju kebahagiaan.  tersungkur, tergeletak, babak belur, merangkak lalu bangun dengan penuh percaya lagi selalu diusahakan sendiri bersama banyak pertanyaan yang menghantui.  "untuk apa disini?"  Berlari sekuat tenaga menghindari pertanyaan yang kadang menghakimi, mengobati luka yang sering tidak sengaja dibuat sendiri, memandangi didepan cermin menangis dan mengasihani.  Kepada jiwa dan hati yang sedih, kemarilah. menari dan berdansa dengan penuh rasa cinta untuk mengisi kosongnya hati dan mendekap jiwa dengan h...